PKS Tak Boleh Terpancing 'Serangan' Yusuf Supendi

PKS Tak Boleh Terpancing 'Serangan' Yusuf Supendi

- detikNews
Selasa, 22 Mar 2011 10:25 WIB
PKS Tak Boleh Terpancing Serangan Yusuf Supendi
Jakarta - Serangan Yusuf Supendi terhadap internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai bisa mempengaruhi soliditas partai. Internal PKS diharap tidak ikut terpancing dan memberikan serangan balik, serta lebih mengedepankan konsolidasi dengan dialog dalam mengatasi konflik internal ini.

"Kalau serangan itu ditanggapi serangan balik oleh PKS ini akan mempengaruhi kohesivitas internal. Itu akan eksplosif, semakin eksplosif, akan membuat pemudaran kepercayaan publik," ujar pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Sujito saat dihubungi detikcom, Selasa (22/3/2011).

Ari berpendapat, selama ini PKS selalu melakukan manuver-manuver dalam menghadapi permasalahan di luar partai, seperti salah satunya masalah koalisi. Manuver seperti ini, menurut Ari, tidak boleh diterapkan pada konflik internal yang terjadi, karena akan merugikan PKS sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semestinya pengurus teras PKS tidak terprovokasi dan lebih mengembangkan dialog. Bagaimanapun juga Yusuf tahu banyak sejarah dan proses kebijakan politik PKS," tuturnya.

Dalam melakukan dialog ini, hendaknya dilibatkan juga seseorang yang mampu menjadi mediator dan dipercaya oleh kedua pihak. "Harus ada mediator yang dipercaya Yusuf dan pengurus sekarang. Seseorang dari dalam yang posisinya bisa memoderasi dua fraksi yang ada di dalam PKS," terang Ari.

Ari menilai, keutuhan PKS tergantung pada bagaimana elite partainya merespons konflik internal ini. Jika salah langkah, bisa-bisa esksitensi PKS di mata konstituen akan menyusut.

PKS diingatkan agar jangan memperlakukan konflik internal sama dengan konflik luar dan jangan terjebak pada motif Yusuf dalam masalah ini. Konflik internal harus diatasi dengan self-approach kepada fraksi PKS itu sendiri.

"Kalau polanya sama PKS akan rugi terus, akan menyusut. Kan akan terus dibongkar. Kalau terus-menerus akan dimanfaatkan oleh pesaing politik di luar PKS, suara PKS akan semakin kecil," jelas Ari.

Ari menambahkan, pengurus PKS harus memiliki mekanisme yang lebih jelas dalam menghadapi konflik internal. Ari menilai, saat ini PKS belum menemukan pola manajemen partai yang tepat.

"PKS harus melakukan evaluasi terhadap manajemen konflik internal seperti apa," tandasnya.

Yusuf Supendi adalah salah seorang pendiri Partai Keadilan (PK) yang merupakan cikal bakal Partai Keadilan Sosial (PKS). Kepada KPK, dia menyampaikan laporan mengenai dugaan tindak penggelapan uang kas PKS yang dilakukan oleh politisi senior PKS, Anis Matta.

Jumlah uang kas PKS yang digelapkan Anis Matta, diyakini Yusuf sebesar Rp 10 miliar. Uang sebanyak itu adalah bagian dari Rp 40 miliar yang disumbangkan Adang Daradjatun kepada PKS ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2007 silam.

Selain itu, Yusuf juga membeberkan poligami yang dilakukan oleh 3 petinggi PKS. "Yang poligaminya bermasalah ada 3, Luthfi Hasan Ishaaq, Tifatul (Tifatul Sembiring) dan Mahfudz," ujar Yusuf.

Atas semua tuduhan Yusuf Supendi itu, semua pimpinan PKS menganggapnya sebagai fitnah. Mereka menyebut aksi Yusuf hanya bentuk sakit hati karena dipecat dari PKS karena sebuah pelanggaran.

(nvc/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads