Demikian seperti diberitakan Kyodo News dan dilansir AFP, Selasa (22/3/2011).
Repoter Kyodo melaporkan, uap warna putih tampak membumbung naik dari reaktor nomor dua, sedangkan kabut putih tampak keluar dari reaktor nomor tiga. Akibat insiden ini, upaya penyemprotan air ke batang bahan bakar nuklir yang overheating serta upaya pemulihan listrik di PLTN tersebut menjadi terhenti.
Sementara Reuters memberitakan, selain uap putih yang keluar dari reaktor tersebut, sempat terjadi beberapa kali ledakan uap dari reaktor tersebut. Para ahli menyatakan, ledakan uap ini mungkin saja melepaskan sejumlah kecil partikel radioaktif ke atmosfer.
Menanggapi hal ini, pihak operator Tokyo Electric Power Co (TEPCO) menyatakan situasi terkendali. Para pekerja bahkan telah kembali melanjutkan tugasnya untuk memulihkan reaktor-reaktor tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa asap yang terlihat sebelumnya berubah menjadi uap air.
"Uap air juga telah keluar sebelumnya. Kami menilai situasinya aman untuk melanjutkan pekerjaan," ujar juru bicara TEPCO kepada Reuters.
(nvc/nrl)











































