Libya Bisa Jatuh ke dalam Perang Saudara, Indonesia Perlu Ingatkan AS

Libya Bisa Jatuh ke dalam Perang Saudara, Indonesia Perlu Ingatkan AS

- detikNews
Selasa, 22 Mar 2011 08:20 WIB
Libya Bisa Jatuh ke dalam Perang Saudara, Indonesia Perlu Ingatkan AS
Jakarta - Keinginan Amerika Serikat (AS) untuk menurunkan Presiden Libya Muammar Khadafi bisa menjadikan negara kaya minyak tersebut jatuh ke dalam perang saudara. Memperhatikan hal itu, maka Indonesia perlu mengingatkan AS atas serangan militer yang ditujukan ke Libya.

"Indonesia perlu mengingatkan keinginan AS untuk menurunkan Khadafi akan berpotensi menjadikan Libya dalam keadaan perang saudara. Di samping itu, kebijakan A5 tersebut akan menjauhkan kembali AS dari dunia Islam. Upaya Obama untuk mendekatkan AS ke dunia Islam akan gagal," kata Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana kepada detikcom, Selasa (22/3/2011).

Menurut Hikmahanto, Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar, negara berkembang dan saat ini Ketua ASEAN, sebuah organisasi yang memiliki prinsip larangan campur tangan urusan domestik negara lain, harus bersuara untuk mengingatkan negara-negara koalisi agar tunduk pada mandat Dewan Keamanan PBB dalam resolusi 1973. Resolusi 1973 tidak memandatkan agar Khadafi turun dari kekuasaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia melanjutkan, penyuaraan pemerintah RI atas situasi Libya juga penting untuk menjawab pertanyaan masyarakat di dalam negeri atas peran Indonesia. Ia menyarankan jangan sampai pemerintah dinilai tidak sensitif terhadap agresi barat ke negara-negara di Timur Tengah.

"Jangan sampai pemerintah dianggap tidak sensitif terhadap agresi Barat terhadap negara2 Timur Tengah. Solidaritas publik Indonesia harus dijadikan acuan pemerintah RI dalam menyikapi situasi di Libya," sambung peraih gelar doktor dari University of Nottingham tahun 1997 ini.

Pernyataan Presiden Barack Obama bahwa AS memiliki kebijakan untuk menurunkan Khadafi atau 'Khadafi need to go' berpotensi menjadikan serangan koalisi dapat dibenarkan (sah) menjadi illegal (unjust war). Oleh sebab itu, saran Hikmahanto, Indonesia harus mendesak agar serangan sekutu tersebut segera dihentikan.

"Sejumlah pejabat militer negara koalisi telah menyatakan kemampuan udara pemerintah Khadafi telah dilumpuhkan atau dinetralisir. Artinya kemampuan udara telah tidak dapat dimanfaatkan oleh Gaddafi untuk menyerang rakyatnya yang sedang melakukan perlawanan," ujarnya.

(irw/nvc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads