PDIP Temukan 300 Buku Ajar yang Cacat Teknis & Fisik Kemendiknas

PDIP Temukan 300 Buku Ajar yang Cacat Teknis & Fisik Kemendiknas

- detikNews
Selasa, 22 Mar 2011 03:06 WIB
Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI Dedi Gumelar membeberkan 300 buku pelajaran hasil temuan yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis dan fisik. Ratusan buku tersebut sebagian dinilai tidak penuhi persyaratan oleh Pusat Perbukuan (Pusbuk) Kemendiknas, namun tetap beredar di masyarakat.

"Ya, kita baru menemukan 300 dari 895 buku yang ada yang kita pelajari. Kita baru meneliti tingkat persyaratan teknis dan fisik. Ada yang lolos Posbuk tapi ternyata tidak memenuhi persyaratan teknis dan fisik. Ada juga yang lolos tapi dinyatakan dengan semacam hologram lolos Posbuk tapi tidak ada dalam list Posbuk," kata pria yang akrab dipanggil Miing ini.

Hal itu ia sampaikan dalam sela-sela Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR RI dengan Kemendiknas, di ruang rapat Komisi X, Gedung DPR, Senayan, Senin (21/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hampir seluruh buku tersebut, lanjut Miing, tidak memenuhi persyaratan teknis sesuai ketentuan lampiran Kemendiknas Nomor 18 Tahun 2010 yang berkaitan dengan susunan buku lengkap. Hal tersebut meliputi halaman pendahulu, isi, penutup, daftar pustaka dan glossary atau daftar istilah.

"Ditemukan juga buku yang tidak memenuhi standar spesifikasi fisik yaitu jumlah halaman kurang dari 48 halaman," imbuh Politisi PDIP ini. Padahal berdasarkan ketentuan UNESCO tentang buku maka buku yang halamannya kurang dari 45 halaman masuk kategori Buklet.

Miing juga menambahkan dari buku temuan tersebut, hampir seluruhnya tidak mencantumkan daftar riwayat hidup dan kompetensi keilmuan penulis sebagai bentuk pertanggungjawaban keilmuan atas materi buku.

"Terdapat buku yang penulisnya tidak mempunyai kompetensi berkaitan dengan isi atau materi buku. Misalnya penulisnya lulusan sastra tapi malah menulis hal lain," tutupnya.

(feb/irw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini