Hal itu diutarakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan sambutan dalam perayaan puncak hari raya Nyepi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (21/3/2011) malam. SBY mengomentari fenomena kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini.
"Kedamaian itu letaknya di hati masing-masing bukan di pidato yang berapi," kata SBY yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.
SBY menambahkan, kedamaian juga tidak terwujud hanya dalam pernyataan politik saja. Apalagi pernyataan tersebut hanya disampaikan dari satu sisi.
"Bukan pula dalam pernyataan-pernyataan politik yang indah-indah saja," sambungnya.
Dalam pidato yang dihadiri oleh ratusan umat Hindu tersebut, SBY juga menekankan pentingnya peranan umat Hindu dalam menjaga perdamaian di Tanah Air. Alasannya, umat Hindu selama ini dikenal sebagai kalangan yang mampu menerapkan nilai-nilai kebersamaan yang harmonis.
Di akhir pidatonya, SBY juga mengajak agar semua masyarakat bersatu untuk melawan aksi teror yang terjadi akhir-akhir ini. Jangan sampai pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mendapatkan ruang untuk memecah belah umat.
"Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam hal ini," pesan SBY.
(mad/irw)











































