Demikian seperti dilansir AFP, Senin (21/3/2011). Setelah melakukan pembicaraan seputar kondisi Libya pasca serangan Sekutu, terutama soal mempertahankan kesatuan, Ban Ki-moon hendak keluar dari markas besar Liga Arab di Mesir.
Namun, sekitar 50-an pendukung Khadafi telah menunggunya di depan dan mengelilingi mobilnya, bahkan sebagian ada yang baik ke atas mobilnya. Sambil membawa poster bergambarkan Khadafi, mereka meneriakkan, "Turun, turun AS."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari hadangan pendukung Khadafi, Ban Ki-moon kembali berhadapan sejumlah pendemo sesampainya di kediaman Perdana Menteri Mesir, Essam Sharaf. Sekitar 1.000 orang telah berkumpul demi menuntut pekerjaan dan rumah. Sepanjang perjalanan, konvoi rombongan PBB bahkan harus melewati pagar betis sekitar 200-an orang yang menuntut aksi pemerintah.
Ban Ki-moon tadinya berencana untuk mengunjungi lapangan Tahrir, namun ternyata para pendemo telah menunggunya di sana. Melihat rombongan PBB berada di lokasi tersebut, para pendemo makin naik pitam. Akhirnya, dengan terpaksa mereka harus meninggalkan kerumunan massa di lokasi tersebut.
Ban Ki-moon berada di Mesir dalam rangka menghadiri pertemuan dengan sejumlah politikus, kelompok religius, dan organisasi perempuan demi membahas penguatan demokrasi di Mesir. Dalam pembicaraannya dengan PM Mesir, Ban Ki-moon menawarkan bantuan PBB dalam mengawal pelaksanaan proses politik.
Selain itu, Ban Ki-moon juga mengunjungi Marsekal Mohammed Hussein Tantawi yang merupakan Kepala Angkatan Bersenjata Mesir yang mengambil alih pemerintahan Mubarak. Ban Ki-moon mendesaknya untuk menggelar pemilihan umum Mesir sesegera mungkin.
(nvc/irw)











































