Demikian seperti disampaikan para diplomat kepada Reuters, Senin (21/3/2011).
Pertemuan yang sebelumnya telah dijadwalkan untuk diadakan di Sudan pada Senin sore waktu setempat ini, merupakan permintaan dari China yang menjadi Ketua Dewan bulan ini. Pertemuan ini merupakan tanggapan terhadap surat dari Libya dan Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin pada Senin (21/3) ini, menyebut resolusi tersebut sebagai keputusan yang salah dan cacat. Namun sayangnya, Rusia telah melewatkan kesempatan untuk memveto keputusan tersebut pada Kamis (17/3) lalu dan hanya memilih abstain, sama seperti China yang juga menentang serangan udara terhadap Libya.
Sebelumnya, militer AS mengatakan serangan sekutu telah melumpuhkan pertahanan udara rezim Kadhafi dan zona larangan terbang telah berhasil dilaksanakan di negara itu.
Pasukan Prancis, Amerika dan Inggris telah meluncurkan intervensi terbesar di dunia Arab sejak invasi 2003 pimpinan AS ke Irak, menembakkan lebih dari 120 rudal Cruise Tomahawk dan melakukan serangan bom terhadap sasaran-sasaran kunci Libya.
Presiden AS Barack Obama dan Hillary Clinton, serta pemimpin Barat lainnya, mendesak Kadhafi segera lengser.
(nvc/irw)











































