Rumah Rusak Akibat Lahar Dingin Merapi Jadi 664 Unit

Rumah Rusak Akibat Lahar Dingin Merapi Jadi 664 Unit

- detikNews
Senin, 21 Mar 2011 17:05 WIB
Magelang - Jumlah rumah yang rusak akibat banjir lahar dingin Merapi pada Sabtu (19/3) malam lalu terus bertambah. Terhitung sudah 664 unit rumah yang rusak.

Hal itu disampaikan Asisten Administrasi Umum Pemkab Magelang, Endra Endah Wacana, Senin (21/3/2011) di sela-sela pemberian bantuan kepada ribuan pengungsi di Shelter Box Ngemplak, Kecamatan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah.

"Data terakhir setelah banjir dua hari lalu, bertambah menjadi 664 unit," tegas Endra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Endra menyatakan penambahan terbanyak pada rumah rusak ringan dan rumah rusak berat. Adapun rumah hanyut, tidak bertambah. Selain itu, jumlah pengungsi juga tidak bertambah secara signifikan, karena sejak banjir lahar dingin pertama, warga yang terancam banjir telah lebih dahulu mengungsi.

Pemkab kini menunggu masyarakat, apakah mereka membutuhkan tambahan hunian sementara (Huntara) atau tidak. Endra menjelaskan Pemkab tidak bisa serta merta mengajukan sendiri ke BNPB untuk pembuatan huntara. Harus ada surat pernyataan dari warga yang bersangkutan, berisi kesediaan untuk tinggal di huntara.

"Kalau mereka menginginkan, silakan mengajukan ke pemerintah Desa setempat dan akan dilanjutkan ke Bappeda," jelas Endra.

Endra menambahkan sejauh ini Pemkab Magelang sudah mengusulkan pembangunan 306 huntara ke BNPB dan sudah mulai direalisasikan. Ada pula bantuan huntara dari sejumlah perusahaan swasta yang sedang dalam tahap perencanaan. Enda berharap ada lagi bantuan huntara dari BNPB atau perusahaan swasta.

Abe Haryadi, Pj Sekretaris Desa Sirahan, Kecamatan Salam, mengungkapkan banjir lahar dingin terakhir di Kali Putih, Sabtu (21/3) menambah parah kerusakan di Dusun Salakan. "Jika tadinya hanya rumah-rumah di tepi sungai yang terkena, saat ini luapan masuk ke tengah dusun, hingga tiga perempat wilayah dusun terkena," kata Haryadi.

Haryadi menyebutkan ada 25 rumah yang terkena luapan baru ini. Kebanyakan rumah-rumah itu tertimbun setinggi tiga hingga empat meter. Dari kerusakan tambahan ini, pihaknya berharap ada tambahan alokasi pembangunan huntara bagi warganya yang rumahnya rusak.

Sebelumnya, Desa Sirahan mengajukan 146 huntara pada Pemkab, namun ketika diverifikasi hanya 134Β  unit yang disetujui. "Tapi di luar itu, telah ada 10 unit huntara bantuan dari swasta, yang sudah selesai dibangun dan sudah mulai ditempati warga," tutur Haryadi.

(fay/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads