Komisi IX Minta Seluruh Produk Makanan dari Jepang Diberi Sertifikat

Komisi IX Minta Seluruh Produk Makanan dari Jepang Diberi Sertifikat

- detikNews
Senin, 21 Mar 2011 15:52 WIB
Komisi IX Minta Seluruh Produk Makanan dari Jepang Diberi Sertifikat
Jakarta - Meledaknya PLTN Fukushima Daiichi membuat beberapa produk makanan dari Jepang terkena radiasi. Komisi IX meminta pemerintah mengawasi secara ketat produk makanan dari negeri Sakura itu.

"Semua produk makanan, daging, sayuran, makanan, minuman harus diberi sertifikat oleh pemerintah. Ini untuk melindungi warga kita," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chairul Mahfiz kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2011).

Menurut Irgan, dampak radiasi sangat berbahaya bagi tubuh karena bisa menimbulkan berbagai penyakit. Pemerintah pun diminta berperan aktif untuk menangkal dampak bahaya radiasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Radiasi nuklir itu bisa menyebabkan kanker, merusak kekebalan tubuh dan dampak lainnya. BPOM, Kemenkes, Kemendag, Bea Cukai dan semua instansi yang terkait dengan impor dari Jepang harus mengawasi secara ketat," terang politisi PPP ini.

Komisi yang membidangi kesehatan ini dalam waktu dekat juga akan mengundang Kemenkes dan BPOM. Irgan berharap pemerintah serius menangani persoalan radiasi di jepang.

"Nanti kita juga akan raker dengan Kemenkes, BPOM dan lainnya soal masalah ini, tapi itu belum kita agendakan kapan. Yang jelas kita minta pemerintah serius soal radiasi ini," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, dampak meledaknya reaktor di PLTN Fukushima Daiichi akibat gempa telah membuat makanan dari kawasan tersebut terkontaminasi radioaktif. Dari laporan awal (preliminary report) menunjukkan produk bayam dan susu dari Ibaraki dan Fukushima telah terkontaminasi radioaktif.

"Laporan awal (preliminary report) menunjukkan produk bayam dan susu dari Ibaraki dan Fukushima telah terkontaminasi radioaktif," ujar Ketua Sekretaris Kabinet Jepang, Yukio Edano saat mengumumkan hasil penelitian awal di Jepang.

(her/gus)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini