Kedatangan Fauzi guna mengecek langsung pemberitaan yang beredar mengenai rencana gulung tikar PDS HB Jassin karena tidak mempunyai anggaran operasional.
Pantauan detikcom, Fauzi tiba di HB Jassin pukul 15.30 WIB. Pria yang akrab dipanggil Foke ini, tampak didampingi jajaran dari Pemprov DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kabar penutupan PDS HB Jassin menjadi ramai setelah sejumlah sastrawan memperbincangkannya soal di situs microblogging Twitter. Salah satunya Sitok Srengenge menuliskan 'Akibat kurangnya subsidi itu, yang bahkan tak cukup untuk bayar listrik dan pemeliharaan fasilitas, #PDS hampir tak mungkin bertahan'.
Foke sendiri merasa heran kenapa anggaran operasi yayasan ini menjadi berkurang ketika berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Karena menurutnya, anggaran untuk yayasan tersebut sedianya telah dipersiapkan kurang lebih Rp 600 juta.
Sedangkan menurut Ketua Yayasan, Ajip Rosidi. Pada tahun 2003 PDS HB Jassin masih mendapat dana dari Pemda DKI Jakarta sebesar Rp 500 juta ditambah Rp 25 juta dari bantuan tahunan dari Pusat Bahasa. Tetapi pada tahun 2007, setelah Fauzi Bowo menjabat menjadi gubernur, anggaran itu nyatanya anggaran itu disunat 50 persen. Dan entah apa yang terjadi, anggaran itu kembali menurun untuk tahun ini hingga Rp 50 juta.
"Saya minta Sekda untuk mempelajari," kata Foke di Balaikota, siang tadi.
(lia/lrn)











































