"Saya berterimakasih sudah ditawari Hanura. Terima kasih juga dukungan yang diberikan. Tapi saya belum berpikir untuk pindah partai karena saya sekarang masih mau berjuang untuk membela yang benar," kata Effendi Choirie kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/3/2011).
Gus Choi mengaku saat ini masih fokus berjuang melawan recall tersebut melalui proses politik, hukum dan moral. Setelah ada keputusdan dari pengadilan, baru Gus Choi akan bersikap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Praktik otoriter menurut Gus Choi harusnya sudah tidak berlaku. Jika masih berlaku, berarti Indonesia kembali masuk zaman Orde Baru. "Dahulu di Orde Baru yang seperti ini kita koreksi dan kritisi. Sekarang sifat otoriter ini tidak boleh kita biarkan tumbuh, harus kita lakukan counter," papar Gus Choi.
Menghadapi recall PKB, Gus Choi mengaku santai. Tawaran-tawaran dari partai lain baik lewat SMS maupun telepon pun dia tampung.
"Banyak kawan-kawan partai lain juga sambil guyon mengajak saya dan Bu Lily Bergabung. Omongan seperti 'Sudah, gabung partai saya saja, habis ini kan PKB pasti mati terpuruk', 'mau bertahan di situ nanti suaranya juga habis', itu banyak terdengar di telinga saya," Gus Choi bercerita menirukan mereka.
Kenapa Gus Choi masih ingin bersikukuh di PKB, lanjutnya, karena dia dibesarkan oleh Gus Dur dan PKB. "Saya juga belum pernah menjadi anggota Dewan di luar PKB. Saya tidak pernah membiarkan PKB diacak-acak oleh kepentingan kekuasaan," kata Gus Choi.
"Saya sudah dinasihati oleh para kyai, orangtua, para sesepuh NU di daerah-daerah, bukan hanya dari Gresik dan Lamongan, tapi juga dari Banyuwangi, dan Banten. Mereka meminta saya untuk menyampaikan amar ma'ruf nahi mungkar, kepada pimpinan DPP PKB agar tidak terlalu tunduk pada kekuasaan," tutup Gus Choi.
(anw/fay)











































