Paket Kardus Minyak Sawit di Bekasi Dibawa Tim Gegana

Paket Kardus Minyak Sawit di Bekasi Dibawa Tim Gegana

- detikNews
Senin, 21 Mar 2011 15:29 WIB
Bekasi - Paket mencurigakan sudah menyebar luas ke pelosok Jakarta dan sekitarnya. Di Bekasi, warga kembali melaporkan penerimaan paket yang mencurigakan dari seseorang yang tidak dikenal.

"Kita tidak tahu isinya apa, karena langsung dibawa oleh tim Gegana ke Mako Brimob Petamburan," kata Kapolres Bekasi Kabupaten Kombes Setija Junianta saat dihubungi detikcom, Senin (21/3/2011).

Setija mengatakan, paket mencurigakan itu ditujukan untuk Nur Aida Hetifah ke alamat rumahnya di Taman Kebalen Blok O No 18 Bekasi. Paket tersebut dikemas dengan kardus minyak sawit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paket tersebut dikirim oleh seseorang bernama Ramdani di Purbalingga, Jawa Tengah. Adapun Aida menerima paket itu pada pukul 09.00 WIB.

"Karena penerimanya merasa tidak kenal dengan si pengirim, maka dia melaporkan ke kepolisian," katanya.

Untuk mengurangi kecemasan masyarakat, tim Gegana tidak mencerai-berai benda mencurigakan itu di lokasi. Gegana lantas membawa paket tersebut ke Mako Brimob di Petamburan, Jakarta Barat.

"Nanti kalau sudah ada hasilnya (dari Gegana), kami diberi tahu," katanya.

Setija mengatakan, paket mencurigakan itu sebelumnya pernah terjadi dua kali. Pada Selasa (15/3) malam lalu bertepatan dengan penemuan paket di JIL, BNN dan rumah Ketua Pemuda Pancasila Yapto Soerjosoemarno, paket mencurigakan ditemukan di depan Polsek Tambun, Bekasi.

"Ternyata setelah dicerai-berai, isinya kulit durian," katanya.

Paket mencurigakan lainnya diterima oleh warga Karang Asih, Bekasi pada Sabtu (19/3) lalu. Paket tersebut dikirim oleh seseorang yang tidak dikenal di alamat tersebut.

"Paketnya berupa kotak begitu," katanya.

Petugas Gegana yang dayang ke lokasi kemudian mengidentifikasi benda mencurigakan tersebut. Metal detector menganalisa adanya kandungan logam dalam paket tersebut.

"Ternyata, setelah dicerai-berai, isinya hanya mainan anak-anak berupa magnet dan gotri," tutup Setijab.


(mei/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini