Rombongan Bonek tersebut akan pulang ke Surabaya setelah mendukung tim kesayangannya bertanding melawan Real Mataram di Yogyakarta dalam laga kompetisi Liga Primer Indonesia, Minggu kemarin.
Sebagian besar dari mereka baru pulang Senin, (21/3/2011) siang ini dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta menuju Surabaya. Sebagai bagian dari antisipasi, mereka dinaikkan kereta api barang. Kereta tersebut selalu dalam kondisi pintu yang tertutup setiap melewati stasiun di Solo, karena biasanya para penyerang berkumpul di sekitar stasiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kali ini warga tidak berkumpul di sekitar stasiun seperti biasanya, mungkin karena ketatnya penjagaan. Mereka menunggu di lokasi-lokasi di kampung yang dekat dengan rel KA. Ketika kereta barang pengangkut Bonek datang, mereka langsung menyerbu dengan melemparkan batu-batu yang telah disiapkan.
Tidak ada laporan penumpang yang terluka karena seluruh bagian kereta terbuat dari besi dan tanpa jendela kaca. Apalagi kereta juga melaju sangat kencang. Namun demikian kondisi tersebut sempat membuat warga di sekitar perlintasan KA menghentikan kegiatan karena takut terkena lemparan nyasar.
Sebelumnya dilaporkan, sebuah rangkaian kereta ekskutif KA Malabar jurusan Malang-Jakarta mendapat serangan lemparan batu dari warga, karena dikira sebagai pengangkut Bonek. Kereta yang lewat di Stasiun Purwosari, Senin dini hari tersebut, mengalami pecah di beberapa bagian kaca jendela karena terkena lemparan.
(mbr/fay)











































