Libya Diserang Sekutu, WNI Masih Aman

Libya Diserang Sekutu, WNI Masih Aman

- detikNews
Senin, 21 Mar 2011 11:14 WIB
Jakarta - Libya diserang pasukan sekutu Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat (AS). Sekutu menembakkan lebih dari 120 rudal Cruise Tomahawk dan menyerang sasaran-sasaran kunci di Libya. Meski demikian kondisi WNI di negeri kaya minyak itu masih relatif aman.

"Sebagian besar WNI sudah dievakuasi, masih ada beberapa di sana. Tapi sejauh ini belum ada laporan yang terluka," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Michael Tene saat dikonfirmasi, Senin (21/3/2011).

Tercatat sudah ada 837 WNI yang dievakuasi. Dan ada beberapa yang memilih bertahan. "Jumlah WNI di sana tidak banyak lagi," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KBRI di Tripoli, Michael menjelaskan, masih buka dan tidak ditutup. "Ya meski tidak bisa berjalan normal karena kondisi komunikasi juga terganggu," tuturnya.

Serangan sekutu terhadap gedung administrasi di sebuah kompleks yang di dalamnya terdapat tempat tinggal Moammar Kadhafi di Tripoli, menghancurkan kemampuan "komando dan kendali" pemimpin Libya itu.

"Koalisiย  aktif menegakkan UNSCR (Resolusi Dewan Keamanan PBB) tahun 1973, dan yang sesuai dengan misi itu, kami terus menyerang target yang menimbulkan ancaman langsung kepada masyarakat Libya dan kemampuan kita untuk menerapkan zona larangan terbang," kata seorang pejabat pasukan koalisi kepada AFP, Minggu (21/3).

Bangunan yang berjarak sekitar 50 meter dari tenda tempat Kadhafi umumnya bertemu tamu rata dengan tanah.

(ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads