"Ada yang bilang butik saya dibiayai Pak Moerdiono. Itu penghinaan yang luar
biasa yang saya alami. Apalagi ada yang bilang, saya mengambil harta Pak
Moerdiono," ujar Poppy saat menggelar jumpa pers di Cafe Bondies, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Minggu (20/3/2011).
Poppy mengatakan, usaha bisnis butiknya dirintis sejak awal dari kocek pribadi. Ia menegaskan sama sekali tak ada kaitannya dengan Moerdiono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
rumahan. Dan sampai sekarang omsetnya Rp 8 miliar. Tahun 1979, saya dan kelompok
teman-teman mendirikan usaha Ranah Sangkara PMDN kelas menengah dengan 500
penjahit dari Pulogadung. Dengan modal US$ 2 juta. 10 tahun kemudian kami
dirikan peternakan buaya di Irian," jelasnya.
Selain memiliki bisnis butik, Poppy juga mengaku mempunyai bisnis keuangan. Di bawah nama Panin Securitas, bisnis Poppy berkembang cukup pesat.
"Saya dan kelompok teman-teman juga mendirikan Panin Securitas. Yang kemudian join dengan Panin Bank. Semua itu saya baca pelan-pelan (sambil menunjukkan majalah Investor terbaru yang di dalamnya tertulis, 'Panin Securitas 50 Perusahaan Terbaik'). Saya baca pelan-pelan karena itu prestasi hasil kerja saya sendiri semua." ungkap perancang busana ini.
Poppy enggan menanggapi soal perceraian Moerdiono dengan Maryati. Menurutnya, hal itu adalah wewenang Moerdiono.
"Itu bukan urusan saya untuk menyampaikan apa yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan beliau, itu bukan urusan saya. Masalah ketika Pak Moerdiono sakit, saya yang merawat. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih pada Tuhan yang Maha Esa yang berhak menentukan panjang pendeknya umur dan kini Pak Moerdiono sehat," imbuh wanita yang menjadi anggota DPD ini.
(ape/fay)











































