"Bagi saya yang penting sah di hadapan Islam, dan saya tidak menuntut apa pun," kata Poppy di Cafe Bondies, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Minggu (20/3/2011).
Saat itu dia ditanya apakah meminta Moerdiono menceraikan istrinya. Menurut Poppy, pernikahan sejak tahun 1998 itu dengan dirinya, merupakan hak Moerdiono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poppy juga membantah telah melarang Moerdiono untuk bertemu dengan anaknya. "Saya tidak pernah melarang Pak Moerdiono dan anaknya untuk tidak bertemu. Tapi yang pasti, ada aturannya ketika beliau di rumah sakit yang boleh berkunjung siapa," papar Poppy.
Poppy menceritakan bagaimana perjuangannya membawa Moerdiono ke Singapura untuk berobat. Selama dirawat, tidak ada yang menjaga Moerdiono di Negeri Singa.
"Saya membawa Pak Moerdiono ke Singapura dengan segala konsekuensinya. Karena tidak ada yang jaga. Mulai ususnya yang dipotong, dia sendirian. Sampai dia operasi jantung dia sendirian," cerita Poppy penuh emosional.
"Selama bertahun-tahun saya menemani beliau karena tidak ada yang menemani," ujar Poppy.
(anw/fay)











































