Teror Paket Bom Untuk Ciptakan Ketakutan Kolektif

Teror Paket Bom Untuk Ciptakan Ketakutan Kolektif

- detikNews
Minggu, 20 Mar 2011 19:13 WIB
Jakarta - Meski paket bom ditujukan ke individu, namun aksi teror itu lebih bertujuan untuk menciptakan ketakutan kolektif. Tujuan itu mudah dicapai lantaran aparat keamanan tidak maksimal menjalankan tugasnya.

โ€Siapa pun pelakunya pasti ingin menciptakan ketakutan, kita terus melawan rasa takut itu,โ€œ kataย  Ketua Badan Pekerja, Komisi untuk untuk Orang Hilang dan Korban (Kontras), Harry Azhar, dalam peringatan hari jadi Kontras di Jl Borobudur, Jakarta, Minggu (20/3/2011).

Menurutnya ketakutan yang dirasakan masyarakat merupakan dampak dari kurangnya perlindungan pemerintah dalam hal ini aparat keamanan. Bila aparat keamanan bertindak, seharusnya aksi teror demikian dapat diantisipasi jauh-jauh hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketakutan ini dipicu ledakan paket bom buku yang ditujukan kepada Ulil Absar Abdallah (tokoh JIL) pada Selasa (15/3). Ledakan yang terjadi mengakibatkan putusnya telapak tangan kiri Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan, yang berusaha menjinaknya.

Beberapa jam kemudian, paket yang dicurigai sebagai bom tiba di Kantor BNN dan kediaman tokoh ormas Pemuda Pancasila. Tiga hari berikutnya paket serupa juga diterima oleh musisi Ahmad Dani.

Sementara dalam dua hari terakhir, paket yang mencurigakan yang dilaporkan ditemukan di Pondok Indah, Condet, Tanah Abang, Jl Mendawai, Jagakarsa, Bandara Soekarno-Hatta, Gedung DPR, Bintaro, Menara BCA Tangerang Selatan, Cibubur dan Cilandak.

(Ari/lh)


Berita Terkait