Ghazi Yawar Presiden Baru Irak

Ghazi Yawar Presiden Baru Irak

- detikNews
Rabu, 02 Jun 2004 06:43 WIB
Jakarta - Ghazi Mashal Ajil al Yawar (46), seorang tokoh Sunni yang pernah bermukim di Arab Saudi, terpilih sebagai presiden baru Irak. Namun terpilihnya Ghazi ditentang Amerika Serikat (AS) dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).Terpilihnya Yawar itu sekaligus membuktikan penentangan Dewan Pemerintah Irak, lembaga yang dibentuk AS, terhadap penguasa koalisi. Penetapan presiden sementara Irak yang akan bertugas mulai 30 Juni mendatang tersebut berlangsung alot dan memerlukan waktu dua hari penuh.Pihak AS dan PBB sebenarnya lebih menginginkan tokoh Sunni moderat, Adnan Pachachi, untuk menduduki jabatan yang tidak terlalu prestisius itu. Sekadar diketahui, kepala pemerintahan Irak dipimpin perdana menteri.Pachachi dan utusan PBB untuk Irak Lakhdar Brahimi telah mengucapkan selamat kepada Yawar atas terpilihnya dia sebagai presiden pertama Irak, setelah tergulingnya Saddam Hussein pada April 2003 lalu.Setelah terpilih presiden baru, Dewan Pemerintah Irak pun membubarkan diri guna memberi tempat bagi kabinet baru, yang komposisi keanggotaannya relatif baru karena dua pertiga anggotanya bukan berasal dari Dewan Pemerintah. Beberapa jam setelah pemilihan Yawar, Presiden AS George W. Bush di Washington mengatakan dirinya tidak mengambil peran dalam memilih mereka. Para pemimpin baru Irak itu, menurut dia, harus membuktikan diri mereka kepada rakyat Irak.Saat pembicaraan antara pihak AS dengan Dewan Pemerintah Irak, timbul perbedaan pendapat sangat tajam tentang calon yang akan diajukan. Pasalnya, Yawar termasuk tokoh lokal yang kerap menentang secara terbuka pendudukan koalisi pimpinan AS.Pekan lalu, tokoh Syiah, Iyad Allawi, telah ditetapkan sebagai perdana menteri sementara Irak. Seperti halnya Yawar, PBB pun tidak menginginkan terpilihnya Allawi. (ani/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads