"Kami tidak berminat dan tidak ada kepentingan menggeser Bang Ical (Aburizal Bakrie) sebagai ketua harian Setgab Koalisi," ujar Anas kepada detikcom, Sabtu (19/3/2011).
Menurutnya agenda utama PD adalah menjadikan Setgab Koalisi lebih konsisten dan konsekuen dalam mendukung program kerja pemerintahan SBY-Boediono yang masa kerjanya tinggal 3,5 tahun. Salah satu cara yang ditempuh adalah mendorong kinerja Ketua Harian Setgab lebih aktif dan produktif menjalankan tugas-tugas dari Presiden SBY selaku Ketua Harian Setgab Koalisi.
"Justru kami mau Bang Ical makin aktif dan produktif menjalankan tugas dari Pak SBY," ujar Anas.
Wacana penggantian pejabat Ketua Harian Setgab Koalisi muncul setelah tercapai kesepakatan antara Presiden SBY dengan Ketum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie yang memastikan bahwa Golkar tetap menjadi bagian Setgab Koalisi. Padahal sebelum itu desakan agar Golkar keluar dari Setgab Koalisi cukup kencang, mengingat selama 1,5 tahun politisi parpol besar itu sering membuat manuver yang melemahkan Setgab Koalisi.
Penggantian Ical sebagai Ketua Harian Setgab Koalisi dapat dilihat sebagai 'hukuman' atas aksi mbalelo Golkar selama ini. Tapi yang jadi perhatian adalah Ketua Setgab Koalisi tetap harus dijabat oleh politisi dari partai terbesar sehingga tetap mampu menjamin arah kebijakan di parlemen, dan di dalam konteks itu maka hanya Anas Urbaningrum yang memenuhi kriteria.
Dukungan penggantian Ketua Harian Setgab Koalisi datang dari politisi PAN, PKB, PKS, PPP dan tentu saja PD. Sebaliknya politisi dari Golkar menuding isu tersebut sebagai provokasi dari politisi PD terhadap Presiden SBY.
"Memangnya apa yang salah? Toh para pengamat politik juga banyak yang bilang begitu (reposisi Ketua Harian Setgab Koalisi -red)," jawab Sekretaris Setgab Koalisi, Syarif Hasan, menanggapi tudingan Golkar.
(lh/her)











































