Dua Paket Misterius Gemparkan Makassar

Dua Paket Misterius Gemparkan Makassar

- detikNews
Sabtu, 19 Mar 2011 14:29 WIB
Dua Paket Misterius Gemparkan Makassar
Makassar - Isu teror paket bom benar-benar membuat masyarakat paranoid. Seperti yang terjadi di Makassar, sebuah bungkusan kardus yang ternyata berisi ember plastik bekas cat tembok sempat diamankan di kantor polisi karena dicurigai sebagai bom.

Bungkusan kardus tersebut tiba di kediaman Marten di Kompleks BTP, Makassar, pada sekitar pukul 15.00 WIB,Β  Jumat (18/3/2011). Si pemilik rumah merasa curiga karena tidak sedang menanti kiriman paket dari mana pun lantas melaporkannya ke Polsek Tamalanrea yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Petugas dari Polsek Tamanlanrea langsung menuju lokasi dan mengambil paket tersebut. Bungkusan kardus yang sempat terdeteksi berisi barang dari logam itu akhirnya diamankan di Mapolsek Tamalanrea.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru pada hari ini, Sabtu (19/3/2011), tim Gegana Polda Sulsel tiba di Mapolsek Tamanlanrea. Setelah akhirnya meledakkannya di halaman Mapolsek Tamalanrea, diketahui bahwa bungkusan itu isinya sama sekali tidak berbahaya. Yaitu tiga ember plaktis bekas kemasan cat tempok, sebuah palu, lima sendok makan dan pakaian bekas.

Menurut Kapolsek Tamalanrea, AKP Muhammad Amin Umar, yang ditemui wartawan di kantornya, paket mencurigakan dikirim oleh seseorang bernama Edy, yang beralamat di jalan Wijaya, Jayapura Papua. "Pemilik rumah mengaku tidak mengenal identitas pengirim, olehnya itu dia melaporkan paket misterius itu ke polisi," pungkas Amin.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, Polsek Ujungpandang juga menerima laporan dari pihak Kantor Pos Makassar, terkait adanya paket mencurigakan yang ditolak oleh pihak Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, sebulan silam. Paket tersebut ditolak karena saat di-scan, isinya menyerupai dua pucuk pistol.

Menurut Kapolsek Ujungpandang, Kompol Aminah yang ditemui di kantor pos Makassar, paket yang diduga berisi pistol itu dikirim oleh pengirim misterius yang ditujukan pada seseorang bernama Ruslani, di Pemalang, Jawa Tengah. "Kantor pos pernah mengonfirmasi ke alamat pengirim, namun tidak ada respon, karena khawatir isinya berbahaya, pihak Kantor Pos melapor ke kami, barang ini akan kami serahkan ke Polrestabes Makassar," ujar Aminah.

(mna/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads