"Tidak ada itu intelejen hitam, omong kosong. Pelakunya ya tidak jauh dengan kelompok lama," tutur Ansyaad dalam diskusi Radio Trijaya di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakpus, Sabtu, (19/3/2011) siang.
Menurutnya, pelaku teror bom buku telah sukses menjalankan tugasnya, karena telah muncul tudingan yang menyudutkan intelijen. Dia menyebut tujuan dari si pelaku selain membuat resah masyarakat adalah untuk menyudutkan intelijen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, pasca pengiriman bom berbentuk buku pada Selasa (15/3) dan Rabu silam, muncul tudingan bahwa itu diduga dilakukan oleh intelijen hitam. Intelijen ini ditengarai mengirim bom buku untuk memojokkan terdakwa teroris Abu Bakar Ba'asyir.
"Intelijen hitam adalah gerakan intelijen tanpa instruksi resmi atau bergerak sendiri yang ingin memojokkan kalangan tertentu, dan saya lihat yang dipojokkan adalah Abu Bakar Ba'asyir. Waktunya sedang tepat, bersamaan dengan masa sidang Ba'asyir," tutur Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum Pusat, Mustofa B Nahrawardaya, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (16/3/2011).
(fjr/lh)











































