Takut Bom, Pawai di Ambon Hanya Dihadiri Ratusan Warga
Selasa, 01 Jun 2004 16:58 WIB
Ambon -
Warga kota Ambon masih takut menghadiri kegiatan di tempat umum sebagai dampak terjadinya teror bom akhir-akhir ini. Akibatnya pawai alegoris di Lapangan Merdeka, Ambon, sebagai pertanda dimulainya kampanye capres dan cawapres hanya dihadiri ratusan warga. Pawai yang mengambil lokasi start di Lapangan Merdeka dan menyusuri Jalan AM. Sangadji dan Jalan AY.Patty ini diikuti berbagai pendukung masing-masing capres/cawapres. Pawai yang dihadiri anggota Muspida, kalangan legislatif, dan para tokoh partai politik ini berlangsung aman. Gubernur Maluku Karel Alberth Ralahalu dalam sambutannya mengimbau warga kota Ambon untuk mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan sesama warga. Ralahalu mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, jajaran Muspida dan partai politik guna menjaga keamanan di Maluku sehingga pemilu dapat berjalan baik.Ralahalu juga meminta warga Ambon untuk dapat menciptakan momentum baru sebagai bagian dari penghormatan nilai-nilai kemajemukan masyarakat Ambon. Ia juga meminta agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani. "Jangan mau diintimidasi oleh siapapun. Gunakan hak pilih saudara-saudara sesuai dengan nurani," katanya.Sebelumnya, Ketua KPUD Maluku Idrus Tatuhey menjelaskan kampanye di Ambon akan melalui lima tahapan. Ia mengharapkan agar tim kampanye mengkoordinasikan jadwal kampanyenya dengan aparat keamanan sehingga pengamanan kampanye dapat berjalan baik. Dalam kesempatan tersebut kelima tim kampanye juga diberi kesempatan memperkenalkan anggota tim kampanye mereka masing-masing. Pembukaan kampanye tersebut juga dibarengi dengan penandatangani delapan butir kesepakatan bersama oleh semua tim kampanye capres dan cawapres yang disaksikan langsung Gubernur Maluku.KhawatirMuhamad Rizal (22), warga Kebun Cengkih yang ditemui detikcom di sela-sela pawai alegoris menyatakan kekhawatirannya untuk menghadiri pembukaan kampanye di Lapangan Merdeka. "Saya bukannya takut, tapi ikhtiar itu lebih baik dari pada terlanjur terjadi. Siapa yang bisa menjamin di sana (lapangan merdeka) itu steril," katanya.Hal yang sama diutarakan Ny. Berhta Lekatompessy (44). Menurutnya, kampanye legislatif kemarin berjalan aman karena tidak ada teror bom seperti akhir-akhir ini. Makanya dirinya enggan menghadiri pembukaan kampanye tersebut. "Saya ini pendukung setia Ibu Megawati. Tapi beta seng (tidak) berani ke Lapangan Merdeka. Siapa bisa kasih jaminan di sana aman."Kekhawatiran dan ketakutan warga kota Ambon ini akibat dari aksi teror bom yang terjadi akhir-akhir ini. "Apalagi aktor di balik bom Ambon hingga kini belum berhasil diringkus aparat kepolisian," lanjut Bertha.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































