Pada Jumat, 18 Maret, stasiun TV Bahrain menyiarkan rekaman gambar konvoi pasukan Uni Emirat Arab yang tiba di Manama, ibukota Bahrain. Pasukan Uni Emirat Arab berjumlah sekitar 500 personel.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Bahrain Sheikh Khaled bin Ahmed al-Khalifa mengumumkan, tiga atau empat negara Teluk Persia akan mengirimkan pasukan ke Bahrain untuk membantu menghadapi para demonstran antipemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hari lalu, sekitar 1.000 tentara Saudi telah dikirimkan ke Bahrain atas permintaan keluarga kerajaan Bahrain. Namun berbeda dengan Saudi dan lainnya, Kuwait telah mengumumkan tak akan mengirimkan pasukan ke Bahrain. Pemerintah Kuwait memilih untuk mencoba menjadi penengah antara pemerintah Bahrain dan para demonstran antipemerintah.
Para demonstran telah menggelar aksi unjuk rasa di Bahrain sejak 14 Februari lalu. Mereka menuntut mundurnya monarki Bahrain yang telah berumur 230 tahun. Para demonstran juga mendesak adanya reformasi konstitusional.
Setidaknya 12 orang telah tewas dan sekitar 1.000 orang terluka selama demonstrasi di kerajaan Teluk Persia itu. PBB dan organisasi-organisasi HAM internasional termasuk Human Rights Watch dan Amnesty International mengecam keras intervensi militer di Bahrain.
(ita/ita)










































