Cameron mengatakan, intervensi militer di Libya diperlukan karena apa yang terjadi di negeri itu berbeda dengan kebanyakan rezim otoriter lainnya.
"Apa yang terjadi di Libya berbeda. Kita punya situasi di mana rakyat bangkit melawan pemimpin-pemimpin mereka dan ingin memiliki masa depan yang lebih demokratis dan kemudian kita menyaksikan orang-orang itu terancam dihancurkan oleh diktator itu," tutur Cameron di depan anggota parlemen Inggris seperti dilansir harian Telegraph, Sabtu (19/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin kita tak bisa mundur dan membiarkan seorang diktator yang rakyatnya telah menolak dia, membunuhi rakyatnya dengan tanpa pandang bulu," cetus pemimpin Inggris itu.Β
Menurut Cameron, PBB telah sangat jelas dengan resolusi terbarunya bahwa harus ada gencatan senjata dan berakhirnya kekerasan di Libya.
Cameron juga menekankan, operasi militer di Libya tak akan mempengaruhi misi Inggris di Afghanistan. Sebanyak 10 ribu personel militer Inggris ditempatkan di Afghanistan.
(ita/ita)











































