Demikian disampaikan sebuah survei yang mencermin pergeseran sentimen AS terhadap isu perkawinan sejenis ini, seperti dikutip AFP, Sabtu (19/3/2011). Survei dilakukan atas 1.005 orang dewasa selama empat hari dalam pekan terakhir.
Gary Langer dari Langer Research Associates, lembaga yang menggelar survei, menyebutkan hasil risetnya itu sebagai "tonggak hasil bagi sebuah pergeseran perilaku publik yang dramatis."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, secara keseluruhan publik Amerika masih terbelah soal perkawinan gay, dengan sejumlah orang dewasa yang secara keras menentang perkawinan sejenis.
Survei juga menyatakan, kaum Republik menentang perkawinan gay dengan rasio dua banding satu, dan evangelis Protestan kulit putih, yang menjadi inti kaum konservatif, menentang perkawinan gay dengan rasio tiga banding satu.
Perkawinan gay adalah legal di lima negara bagian AS, di ibokuta, Washington, dan sebagian kecil wilayah juga mengizinkan perkawinan itu.
Pemerintahan Obama bulan lalu mengatakan, pihaknya tidak akan lama lagi mempertahankan konstitusionalitas UU Perkawinan 1996 yang melarang federal mengakui perkawinan gay. Namun demikian, Republikan yang memimpin DPR AS berjanji akan berjuang untuk menggagalkan keputusan presiden itu di pengadilan.
(lrn/lrn)











































