"Kasus ini pasti akan merugikan PKS, ini akan mempengaruhi kalau tidak bisa menyelesaikan. Kasus Yusuf menjadi pertaruhan bagi PKS," imbuh pengamat politik UGM, Arie Sujito saat dikonfirmasi, Jumat (18/3/2011).
PKS harus bisa mengelola individu seperti Yusuf. Kalau tidak terkelola dengan baik, akan muncul ledakan yang lebih eksplosif. Citra PKS yang solid di mata publik akan pupus.
"Bagi PKS dan bagi Yusuf sebenarnya konflik ini tidak menguntungkan. Sebenarnya ledakan Yusuf ini bukti ketidakmampuan mengelola faksi-faksi di dalam partai. Harus lebih dibangun komunikasi yang intensif. PKS dan Yusuf ada sejarah kebersamaan," urainya.
Apa yang dialami PKS ini sebenarnya juga pernah dialami partai lain. Jadi saat ini dibutuhkan kemampuan mengelola manajemen partai.
"Ada sejarah kekecewaan dari Yusuf. Untuk mengatasinya jangan pakai cara frontal, Yusuf bisa dipanggil dan melakukan dialog," urainya.
PKS harus bisa melakukan refleksi atas kasus ini. Faksi-faksi tidak bisa dihindari dalam suatu partai, namun yang harus dicari yakni penyelesaian yang elegan.
"Lebih baik pendekatan soft daripada saling serang. Yusuf punya historis dan tahu banyak soal partai. Tapi apapun itu, motif yang melatarbelakangi Yusuf tidak penting. PKS harus bisa berkomunikasi, jangan ada konfrontasi. Kasus Yusuf ini menjadi ujian bagi PKS," tuturnya.
(ndr/fay)











































