JK: Yang Diberikan pada PKS Hanya Uang Saksi

JK: Yang Diberikan pada PKS Hanya Uang Saksi

- detikNews
Jumat, 18 Mar 2011 14:29 WIB
JK: Yang Diberikan pada PKS Hanya Uang Saksi
Jakarta -
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan dirinya tidak pernah mengeluarkan uang Rp 34 miliar untuk Partai Keadilan Sosial (PKS). Menurutnya, sebagai partai pendukung pasangan SBY-JK di Pilpres 2009 putaran kedua, PKS hanya mendapat uang saksi.

"Biasanya semua partai pendukung itu menugaskan kadernya untuk menjadi saksi. Jadi yang ada itu uang saksi. Saya tidak tahu jumlahnya, karena bendahara yang mengurus," kata JK kepada detikcom usai salat jumat di Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (18/3/2011).

Dia menambahkan, banyak massa dari PKS yang bersaksi. Karena itu logikanya, partai ini pun mendapat banyak uang saksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi tidak benar ada uang Rp 34 miliar dari Anda ke PKS? "Nggaklah. Mana? Buat apa?
Dia tidak mendukung kita kan ya (sejak putaran pertama)? Ngapain," ucap pria asal Makassar ini.

Menurut dia isu pemberian uang Rp 34 miliar dari dirinya ke PKS itu tidak benar. JK mengingatkan, di putaran pertama Pilpres 2004, PKS awalnya mendukung pasangan Amien Rais-Siswono Yudhohusodo. Namun karena Amien-Siswono tidak lolos, akhirnya PKS mendukung pasangan SBY-JK di putaran kedua. Di putaran kedua, yang berkompetisi hanya dua pasangan, yakni SBY-JK dan Megawati-Hasyim Muzadi.

"Saya jelaskan dulu, tahap pertama itu (PKS) mendukung Amien Rais. Ke saya tidak ada dukungan. Tahap kedua, tidak ada kampanye lagi, jangan lupa. Jadi yang ada hanya coblosan saja. Yang dibutuhkan untuk tahap kedua, saksi," tutur JK.

Dia menambahkan, di putaran kedua, tidak ada lagi kampanye. Karena itu, tidak ada dana kampanye yang dikeluarkan lagi di kampanye pilpres putaran kedua.

"Tahap kedua tidak ada kampanye, karena itu tidak ada biaya. Satu-satunya biaya ya coblos ulang dan saksi," imbuh JK yang dibalut kemeja batik krem.

Pria berkacamata ini mengaku tidak tahu berapa jumlah massa PKS yang menjadi saksi. Menurutnya, PKS yang paling tertib dan paling banyak orangnya. PKS juga yang paling siap.

"Saya tidak tahu (mengapa dipermasalahkan). Itu internal mereka," ujar JK.

"Saya tidak tahu jumlahnya (saksi dari PKS). Saya tidak bisa pastikan. Yang saya ingat, masing-masing partai itu mengajukan saksinya. Dan kita bantu bayar. Oke katakanlah Rp 100 ribu kali sekian jadi berapa gitu," jelas JK.

Sebelumnya, pendiri Partai Keadilan (PK) Yusuf Supendi melaporkan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ke Sekretariat BK DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

"Presiden PKS Luthfi, yang berpengalaman jihad di Afghanistan sewaktu menjabat sebagai Bendahara PK untuk Pemilu 1999, mendapat 94 persen dana dari Timur Tengah. Pada Pilpres 2004, mendapat dana dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebesar Rp 34 miliar," ujar Yusuf kepada wartawan di Gedung DPR Kamis (17/3) kemarin.
(vit/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads