"Karena itu berbahaya, kita mengambil risiko yang terkecil," kata Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (18/3/2011).
Boy mengatakan, Gegana tidak ingin bermain-main dengan potensi ledakan bom. Faktor keselamatan lebih diutamakan agar tidak ada korban jiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy mengaku setiap bom tidak selalu harus diledakkan. "Kita menghindari risiko saja," tandasnya.
Sementara, Boy memastikan kandungan bom buku terdiri dari bahan kimia yang mudah meledak. Unsur-unsur bahan peledak itu yang membuat Gegana harus meledakkan paket yang dicurigai.
"Seperti yang sudah pernah disampaikan itu ada unsur potasium klorat, almunium, ada beberapa bahan material kabel dan lain-lain," papar Boy.
(ape/rdf)










































