"Pemerintah Indonesia memanfaatkan semua pihak yang selama ini terlibat yang memerangi pembajakan," ujar Jubir Kemlu Michael Tene dalam pressbriefing di Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta, Jumat (18/3/2011).
Michael menjelaskan ada jejaring dari berbagai organisasi di kawasan Tanduk Afrika yang menangani masalah-masalah pembajakan di wilayah tersebut. "Karena ini merupakan masalah utama di daerah sana," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apapun kebijakan sudah jelas yaitu keselamatan ABK kita. Langkah kita ya sesuai dengan kebijakan itu," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan Kapal Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia yang berisi 20 orang ABK dirampok saat melakukan perjalanan ke Rotterdam. Kemlu memastikan dari informasi yang terakhir didapat pada 16 Maret 2011. 20 ABK dalam kondisi aman.
"Pemerintah terus mengecek keberadaan mereka. Hingga kini belum ada komunikasi apa pun dari mereka (pembajak) terkait tuntutan," jelasnya.
(aan/nrl)










































