VP Corporate Communication Pertamina M. Harun mengatakan, kejadian berlangsung di Sungai Musi, setelah tanker tersebut mengisi muatan BBM yang akan dikirim ke Kalimantan, Jumat (18/3/2011).
"Saat ini sedang diinvestigasi oleh Polisi Air. Apakah tanker kita yang menabrak kapal nelayan atau ditabrak kapal nelayan. Sebab tak mungkin tanker kita ngebut di sungai itu dengan muatan penuh. Pasti speed-nya (kecepatan) rendah," tutur Harun kepada detikcom.
BBM yang diangkut oleh tanker tersebut adalah jenis Marine Fuel Oil (MFO). "Saya tak mau menyalahkan siapa-siapa dulu, tapi Polair sedang investigasi," imbuh Harun.
Menurutnya ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, tapi masih menunggu investigasi dari polisi air.
(dnl/rdf)











































