"Sebenarnya hal ini kan dapat dibicarakan di internal saja, secara kekeluargaan, tidak perlu dibawa keluar. Istilah saya kalau baju kotor jangan dicuci di rumah tetangga. Ini kan dapat menimbulkan praduga-praduga dan citra negatif terhadap PKS dan dakwah itu sendiri", ujar Tifatul yang dalam siaran pers menyebut Yusuf dengan Ustadz, Jumat (18/3/2011).
Tifatul juga mengimbau, agar para kader yang merasa dizalimi atau melihat adanya fakta-fakta perbuatan yang melawan hukum agar segera dilaporkan kepada lembaga-lembaga yudikatif partai, seperti Dewan Syariah, Badan Penegak Disiplin Organisasi yang tersedia di PKS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tifatul juga sudah mengkonfirmasi tindakan Yusuf ini kepada Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Dia juga mempertanyakan kenapa bisa menjadi ramai.
"Memang Ustadz Yusuf Supendi ini sudah dipecat dari PKS sejak tahun 2010 yang lalu. Kronologinya, pada tahun 2004 yang bersangkutan dikeluarkan dari anggota Dewan Syariah Pusat PKS karena melakukan pelanggaran AD/ART. Lalu Dewan Kehormatan Majelis Syuro PKS bersidang dan memutuskan Yusuf Supendi dikeluarkan dari Majelis Syuro," tutur Tifatul menirukan penjelasan Luthfi.
Selanjutnya, sambung Tifatul, pada Yusuf dilakukan pembinaan dan pendekatan bertahun-tahun, namun dia tidak berubah. Hingga akhirnya, Yusuf dikeluarkan dari partai. Tifatul juga mengimbau kepada Luthfi, persoalan Yusuf tidak diperlebar.
"Karena khawatir akan menyebabkan citra negatif PKS di masyarakat," tuturnya.
(ndr/fay)










































