Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, koridor yang rencananya akan menggunakan bus gandeng secara keseluruhan adalah Koridor I (Blok M-Kota).
"Kita usahakan untuk koridor I (Blok M-Kota) tahun depan akan menggunakan bus gandeng," ujar Udar Pristono di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (18/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkembangan terakhir, bus gandeng lebih banyak diminati seperti di Amerika Latin," katanya.
Pria yang akrab disapa Pris ini juga menerangkan, kontrak antara pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan operator Transjakarta Koridor I (Blok M-Kota) akan habis tahun ini. Maka itu dia berharap, operator yang akan datang bisa mewujudkan keinginan Dishub menggunakan bus gandeng.
Karena masa kontrak tidak terlalu lama lagi, rencananya proses lelang akan dimulai pada Juni 2011. Melalui proses lelang diharapkan operator yang memenangkan tender akan lebih bertanggung jawab.
"Kalau ingkar janji, bisa diputus kontraknya. Kalau tidak pakai sistem lelang, main tunjuk khawatir level of service tidak baik. Intinya mereka harus dikontrak," jelas Pris.
Saat ini, tercatat ada 524 bus Transjakarta yang terdiri dari 472 bus single dan 52 bus gandeng. Direncanakan, bus gandeng ini akan disediakan untuk seluruh koridor hingga tahun 2016. Secara bertahap, diharapkan bus gandeng itu bisa mencapai 781 unit.
Tahun ini, Dishub akan menambah 44 bus gandeng, tahun 2012 sebanyak 89 bus, dan tahun 2013 hingga 2016 sebanyak 90 bus.
Saat ini, seluruh koridor busway telah menampung 330 ribu penumpang per harinya dengan koridor terpadat yakni Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) yang mencapai 43 ribu penumpang per hari dan Koridor I (Blok M-Kota) yang mencapai 80 ribu penumpang per harinya.
(lia/rdf)










































