Di Riau
Warga vs Satpam, 1 Orang Tewas
Selasa, 01 Jun 2004 14:37 WIB
Pekanbaru - Terjadi bentrokan antara warga desa Pekantebih Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau dengan Satpam PT Panca Surya Agrindo. Insiden ini mengakibatkan satu warga tewas. Kini tiga orang Satpam perusahaan itu tengah dimintai keterangan oleh Polres Rohul.Demikian keterangan Kapolres Rohul AKBP Nughi Kristianto kepada detikcom, Selasa (1/6/2004). Menurutnya, betrok antara warga desa dengan Satpam perusahaan kelapa sawit itu bermula adanya sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan yang tak kunjung selesai."Sebenarnya ini masalah tentang lahan ratusan hektar milik masyarakat kepada pihak perusahaan. Persoalan ganti rugi itu sejak dulu hingga sekarang tidak pernah tuntas," ujar Nughi saat dihubungi melalui telepon.Bentrok ini terjadi Senin (31/5/2004) sekitar pukul 03.30 WIB. Sebelumnya, warga telah meminta izin ke pihak kepolisian untuk melakukan aksi demo ke pihak prusahaan pada hari Minggu.Berdasarkan surat permohona izin berdemo itu, pihak kepolisian menurunkan sejumlah personelnya ke lapangan. "Tetapi ketika saatnya unjuk rasa, sesuai dengan yang diajukan warga, ternyata tidak jadi," kata Nughi.Namun demo itu malah berlangsung pada keesokan harinya. Saat itulah warga desa dengan pihak Satpam perusahaan terlibat bentrokan. Salah seorang warga, Buyung (55), tewas dihajar Satpam."Tanpa sepengetahuan pihak aparat, hari Senin pagi itu terjadi penganiayaan yang dilakukan Satpam kepada warga yang mengakibatkan satu orang tewas. Kini tiga orang Satpam tengah kita mintai keterangan berkaitan degan tewasnya salah seorang warga," papar Nughi.Kendati kini situasi telah kondusif, namun Kapolres Rohul meminta pihak Pemerintah Kabupaten Rohul untuk dapat segera menyelesaikan masalah antara warga dengan perusahaan."Fokus utama yang kita minta kepada pemerintah setempat, untuk menyelesaikan segera masalah hak atas tanah tadi. Hal itu perlu dilakukan agar tidak terjadi lagi adanya bentrok susulan antara warga dengan pihak perusahaan," demikian Nughi.
(nrl/)











































