Rajamin menerima paket itu pada Kamis 17 Maret 2011 di kantornya sekaligus rumahnya di Jalan Condet Raya nomor 207, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, sekitar pukul 17.00 WIB. Kantor ini menyediakan jasa penjualan tiket pesawat murah.
"Paket kayak kado ditujukan untuk anak saya, namanya Persada Agustia. Tetapi, Agustia di Krinci, saya tidak buka paketnya. Jadi paket saya tidak buka sama sekali sampai tadi pagi," kata Rajamin yang mengenakan baju warna pink dan kerudung warna putih ini, Jumat (18/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Rajamin tetap menaruh curiga dan takut karena maraknya peristiwa paket bom beberapa hari ini. Apalagi paket yang dikirim melalui Tiki tidak mencantumkan nama pengirim dan hanya meninggalkan nomor HP 0878831xxxx.
"Saat saya hubungi tidak diangkat dan tidak nyambung. Karena takut, saya bawa paket itu ke pangkalan ojek di Jalan Batu Ampar 2. Saya minta tukang ojek menghubungi polisi," kata Rajamin.
Tim Gegana akhirnya tiba di lokasi pukul 08.00 WIB lebih. Paket diledakkan di pangkalan ojek yang berjarak 20 meter dari kantor Rajamin.
"Terlihat sepatu dari ledakan paket itu," ujarnya.
Beberapa warga sekitar masih berkerumun di sekitar kantor Rajamin. Jalanan di kawasan Condet padat merayap.
(aan/asy)










































