Pesawat Carter Pertama AS Tinggalkan Jepang, Angkut 100 Penumpang

Pesawat Carter Pertama AS Tinggalkan Jepang, Angkut 100 Penumpang

- detikNews
Jumat, 18 Mar 2011 06:00 WIB
Pesawat Carter Pertama AS Tinggalkan Jepang, Angkut 100 Penumpang
Tokyo - Evakuasi terus dilakukan oleh negara-negara yang penduduk mereka berada di Jepang. Pesawat carter Amerika Serikat (AS) pertama tercatat telah meninggalkan Jepang dengan sekitar 100 penumpang di dalamnya.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Patrick Kennedy mengatakan, pesawat itu akan menuju Taipei. Tidak semua kursi dalam pesawat itu terisi penuh.

Menurut Patrick, penumpang termasuk keluarga pegawai diplomatik AS di Jepang serta sejumlah kecil karyawan swasta. Mereka memilih meninggalkan Jepang karena krisis nuklir yang tengah berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pesawat take off sekitar empat jam lalu dan dalam perjalanan ke Taipei. Penerbangan tidak meninggalkan penuh," ucap Patrik seperti dikutip reuters, Kamis (17/3/2011).

Sementara itu, Pentagon mengumumkan rencana untuk mengevakuasi keluarga tentara AS secara sukarela dari Pulau Honshu sebagai akibat dari timbulnya kecemasan tentang adanya kebocoran radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima, yang rusak akibat gempa dan tsunami.

Juru Bicara Pentagon, Kolonel Dave Lapan, mengatakan bahwa kebijakan ini akan berlaku untuk ribuan tanggungan personil militer AS di pangkalan di pulau terbesar di Jepang tersebut. Evakuasi ini akan menggunakan pesawat militer apabila memang dibutuhkan.

Juru Bicara Pasukan AS di Jepang memperkirakan bahwa sekitar 20.000 tanggungan telah memenuhi syarat untuk dievakuasi. "Jangan panik," kata Kapten Eric Gardner, Komandan Fasilitas Udara Angkatan LautAtsugi yang terletak sejauh 241 km dari PLTN Fukushima di dalam pesan video untuk para awak.

"Hal ini (evakuasi sukarela) belum pernah terjadi sebelumnya. Bukannya warga AS di Korea yang akan datang ke Jepang, sekarang yang kita lakukan adalah kebalikannya," katanya lagi.

Pada hari Rabu kemarin, AS meningkatkan kewaspadaannya terkait krisis nuklir Jepang dan memerintahkan warga negaranya untuk menjauh dari PLTN Fukushima, sebuah langkah yang lebih jauh daripada apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Jepang sendiri.

Bahkan ketika militer AS melakukan usaha-usaha bantuan, mereka juga membuat larangan-larangan baru yang bertujuan untuk melindungi pasukan penyelamat dari radiasi. Militer AS di Jepang juga mengumumkan jarak aman sejauh 80 km untuk pasukannya yang berada di sekitar PLTN Fukushima dan memberikan obat pencegahan terhadap radiasi.

Beberapa awak Angkatan Udara (AU) AS mengkonsumsi tablet kalium iodida sebelum menjalani misi yang berjarak 113 km dari PLTN pada hari Rabu, kata Pentagon. Tablet-tablet kalium iodida juga dikirimkan ke Jepang untuk para tentara, apabila dibutuhkan.

Kalium iodida dapat menjenuhkan tiroid dan mencegah penyerapan yodium radioaktif. Apabila diberikan sebelum atau segera setelah terkena radiasi radioaktif, maka dapat mengurangi resiko kanker dalam jangka panjang.

Lapan mengatakan bahwa evakuasi sukarela ini akan dilakukan menggunakan pesawat komersial atau sewaan, sebagaimana yang digunakan oleh Departemen Luar Negeri AS untuk mengevakuasi kelompok yang lebih kecil.

Beberapa pangkalan AS di Honshu berada jauh di luar jangkauan radiasi, seperti Stasiun Udara Iwakuni milik Angkatan Laut (AL) AS. Namun, belum dapat dipastikan berapa keluarga yang ikut serta di dalam evakuasi sukarela ini.

"Kita kemungkinan berbicara tentang ribuan orang. Itu semua berdasarkan volume," kata Lapan.

"Kalau dibutuhkan, pesawat-pesawat militer akan didatangkan ke sana. Namun, pilihan-pilihan pertamanya adalah kemampuan dari pesawat komersial dan sewaan yang telah ada," ucapnya.

(irw/irw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini