"Semua teknologi tidak ada yang aman. Hanya waktu yang membedakan setiap produk teknologi mengalami kerusakan. Seaman apa pun seandainya pemerintah tetap ngotot membangun PLTN di Bangka, maka itu sama saja menyiapkan senjata pembunuh massal di masa depan," kata Ruspanda Karibullah, koordinator Majelis LSM Sumsel kepada pers di kantor Walhi Sumsel, Bukitbesar, Palembang, Kamis (17/03/2011).
Oleh karena itu, apa pun alasannya, ia meminta pemerintah Indonesia membatalkan semua rencana pembangunan industri yang menggunakan tenaga nuklir, termasuk PLTN di Bangka. Jika itu tidak diindahkan, maka lembaga yang menghimpun sejumlah LSM di Sumsel seperti LBH Palembang, Walhi Sumsel, Puspa Indonesia, OWA Indonesia, Essai, itu akan melakukan penggalangan dukungan dari mnasyarakat Bangka-Belitung, Riau, Jambi, Sumsel, dan Lampung, akan menolak rencana tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bencana nuklir di Ukraina dan Jepang, katanya, merupakan contoh yang nyata dampak negatif dari penggunaan energi nuklir. "Para anggota dewan dan pejabat pemerintah di Bangka-Belitung tampaknya harus menonton film, foto, dan membaca soal korban radiasi nuklir itu," ujarnya.
(tw/irw)










































