Panglima TNI: Yang Terlibat Pembunuhan di Atambua Akan Diberi Sanksi

Panglima TNI: Yang Terlibat Pembunuhan di Atambua Akan Diberi Sanksi

- detikNews
Kamis, 17 Mar 2011 18:32 WIB
Jakarta - Panglima TNI Marsekal Agus Suhartono sudah mendapat laporan terkait kasus terbunuhnya warga Atambua, NTT, Charles Mali yang diduga dianiaya anggota TNI. Agus menegaskan kasus itu masih diselidiki.

"Sedang terus diteliti kasusnya," kata Agus di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2011).

Agus menambahkan, seandainya benar terbukti Charles tewas karena penganiayaan, pelakunya akan dihukum. "Kalau terbukti, pasti nanti diberikan sanksinya," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Versi Kadispen TNI AD Brigjen Wiryantoro kasus ini berawal pada 5 Maret lalu, seorang personel TNI yang hendak pulang ke markas dipalak oleh pemuda setempat. Motor anggota TNI itu pun sempat dirusak oleh Charles Mali dan rekan-rekannya. Saat itu, personel TNI yang bersangkutan berhasil melarikan diri.

Sempat ada upaya untuk melakukan klarifikasi dari pihak TNI. Namun saat didatangi ke rumah, para pelaku pengeroyokan ini melarikan diri. Hanya ada orang tua para pelaku.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Charles Mali diantar orang tuanya ke markas Yonif 744 pada Minggu (13/3/2011). Namun beberapa oknum TNI yang emosi malah menganiaya pemuda tersebut. Charles akhirnya tewas. Ibu Charles, Modesta Dau merasa sangat bersalah, sehingga akhirnya meninggal karena shock.

(ndr/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini