"Bom buku merupakan kreasi terbaru kelompok peneror. Mereka kan berkreasi terus, biar tidak terlacak," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, kepada detikcom, Kamis (17/3/2011).
Menurut dia, peneror bom mempunyai pesan-pesan. Namun, kata Boy, pesan-pesan tersebut tidak bisa disampaikan lantaran menjadi data intelijen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan waspada terhadap paket mencurigakan. "Laporkan ke polisi. Yang pasti intel terus bekerja. Namun, kita tidak dapat mempublikasikan hasil kerja intelijen karena bersifat rahasia," papar Boy.
Dalam kesempatan itu, Boy mengatakan, bom buku kemungkinan bisa terjadi di daerah lain.
Untuk itu, Boy meminta agar masyarakat waspada. Masyarakat diharapkan melaporkan kecurigaan-kecurigaan. Wajib lapor bagi pendatang baru di wilayah setempat setempat sehingga tindakan kriminalitas dapat terdeteksi," imbau Boy.
(aan/asy)










































