Hal ini diungkapkan Direktur Walhi Bangka-Belitung Retno Budi melalui pesan singkatnya, kepada detikcom, Kamis (17/03/2011).
Walhi mengemukakan, ada lima alasan penolakan pembangunan PLTN di Bangka Belitung. Pertama, pembangunan PLTN itu menambah ketergantungan baru dengan pihak asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat, membuka ruang baru bagi koruptor. Kelima, PLTN merupakan pilihan energi terakhir setelah energi terbaharukan tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan energi seperti panas bumi, angin dan air.
Dalam kesempatan berbeda, Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung Ismiryadi kepada wartawan di Pangkal Pinang, Bangka-Belitung, mengatakan rencana pembangunan PLTN di daerah itu harus terus berjalan. Sebab jika Indonesia tidak membangunnya, maka Malaysia dan Vietnam akan membangunnya.
"Kalau masih ada dampaknya, kenapa tidak dibangun sendiri," kata Ismiryadi.
Informasi dari Walhi Bangka Belitung, pabrik PLTN itu berdasarkan studi tapak oleh BATAN akan berada di Teluk Menggeris, Kabupaten Bangka Barat, dan Desa Permis, Kabupaten Bangka Selatan.
Indonesia tetap akan melanjutkan pembangunan PLTN pada tahun 2025. Diharapkan masyarakat bisa memetik manfaat energi alternatif itu.
(tw/nik)











































