Hasilnya, puluhan bahkan ratusan orang ditangkap dalam keterlibatan narkotika, mulai dari masyarakat biasa, selebritas, sampai pejabat hukum. Lalu, apa upaya lembaga terkait dalam pemberantasan narkotika?
"Kita berharap dapat merampas segala aset para bandar narkotika semaksimal mungkin. Kita ingin jaringan ini lemah," kata Direktur Jenderal Pemberantasan Narkotika Alami Benny J Mamoto, saat menggelar jumpa pers di Gedung BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (17/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk kasus penangkapan yang baru ditangani BNN di mana satu orang tersangka adalah anggota Dinas Kesehatan Kostrad, pihaknya masih menyelidiki total aset di luar barang bukti yang diamankan petugas BNN di Perumahan Dadap Indah, Kecamatan Kosamsi Timur, Kabupaten Tanggerang.
"Apakah pabrik untuk pembuatan ekstasi hanya di sini atau ada di tempat lain kita masih mendalaminya," tutur Benny.
Dalam satu rumah yang menyaru pabrik ekstasi tersebut, BNN mengamankan dua unit mesin pencetak ekstasi otomatis, dan satu unit mesin pencetak manual.
"Ada juga sejumlah rekening yang diduga digunakan untuk menampung hasil transaksi," terang Benny.
(ahy/lrn)










































