"Dari hasil penelitian, 70 ribu pohon yang ada di Jakarta, hampir 3 persennya dinyatakan harus diperhatikan karena rawan tumbang," ujar Kadis Pertamanan dan Pemakaman, Catharina Suryowaty, dalam jumpa pers di Kantor Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distama), Jl KS Tubun, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2011).
Pohon-pohon yang rawan tumbang itu, katanya, dikarenakan seiring bertambah usia tumbuh miring 30 derajat, batang yang kropos, tumbuh sakit yang membuat batang rapuh, atau mati. Berdasarkan website Distama tahun 2010, lokasi pohon yang rawan tumbang adalah Jakarta Pusat 417 pohon, Jakarta Utara 393 pohon, Jakarta Barat 306 pohon, Jakarta Selatan 423 pohon dan Jakarta Timur 240 pohon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Distama sedang melakukan peremajaan pohon-pohon yang tumbuh di tepi jalan dengan yang kualitasnya lebih baik dan tidak rapuh. 54 Persen pohon jenis Angsana yang notabene tumbuh rapuh akan digantikan dengan pohon yang berkualitas.
"Jadi 54 persen Angsana dan 46 pohon Mahoni. Dan ini kita akan ganti dengan pohon trembesi, dan ada beberap jenis pohon lainnya," jelas Catharina.
Ada tiga klasifikasi pohon di Jakarta, yaitu sehat, rawan dan mati. Untuk jenis pohon yang ditanam, lanjut Catharina, disesuaikan dengan tempat penanamannya.
(lia/lrn)










































