Polda Metro: Kurir Bom untuk Ahmad Dhani Bisa Jadi Berbeda

Polda Metro: Kurir Bom untuk Ahmad Dhani Bisa Jadi Berbeda

- detikNews
Kamis, 17 Mar 2011 15:58 WIB
Polda Metro: Kurir Bom untuk Ahmad Dhani Bisa Jadi Berbeda
Jakarta - Hingga kini total ada 4 paket kiriman bom buku, terakhir ditujukan untuk musisi Ahmad Dhani. Si kurir bom buku diduga berbeda untuk masing-masing target.

"Bisa saja terjadi berbeda pengirim dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Tetapi, kita harus berdasar fakta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/3/2011).

Baharudin mengaku belum tahu isi surat pengirim bom buku untuk Dhani. Surat tersebut sedang ditelaah penyidik. Meski demikian, ia menegaskan nomor telepon pengirim bom buku fiktif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua sudah diperiksa, sudah dicek. Teleponnya tidak aktif," ujarnya.

Ia juga tidak tahu apakah selanjutnya akan ada atau tidak teror bom buku.

"Kalau itu mesti disinkronkan dari pengirim ke penerima. Sementara ini kan kita belum tahu siapa pengirimnya," kata Baharudin.

"Belum berani katakan kegiatan ini terorganisir, kita harus menyelidiki dulu," lanjutnya.

Baharudin berpendapat bom buku merupakan teror untuk membuat orang takut sehingga mengganggu keamanan. Dia mengimbau agar masyarakat waspada apabila menerima paket mencurigakan dengan pengirim yang tidak jelas untuk segera melaporkannya ke polisi.

Dalam kesempatan itu, Baharudin menambahkan Ulil Abshar Abdalla berjanji akan memberikan keterangan kepada polisi.

"Hari ini, Ulil janji via telepon ke penyidik. Tetapi, nggak tahu mungkin ada kendala lain," kata Baharudin.

Bom untuk Dhani itu dikirimkan ke kantor Republik Cinta Management (RCM), yang dipimpin Dhani pada Selasa 15 Maret 2011 kemarin.

Setelah ngendon selama 2 malam, paket bom buku akhirnya dibuka. Ternyata bukunya lengket dan menimbulkan kecurigaan. Pihak Dhani lalu menghubungi polisi dan bom buku diledakkan.

Sementara itu, nama maupun alamat si pengirim dinyatakan fiktif oleh Polres Bogor.

(aan/nrl)


Berita Terkait