Pengalaman di Merapi Akan Digunakan Untuk Evakuasi WNI di Jepang

Pengalaman di Merapi Akan Digunakan Untuk Evakuasi WNI di Jepang

- detikNews
Kamis, 17 Mar 2011 15:45 WIB
Jakarta - Menyusul krisis nuklir di Jepang pasca tsunami, evakuasi WNI dari Fukushima dan daerah sekitarnya menjadi prioritas pemerintah. Pola dan strategi kerja ketika melakukan evakuasi terhadap warga dalam letusan Gunung Merapi dapat diterapkan dalam penanganan musibah di Jepang kali ini.

Demikian pesan Presiden SBY mengenai perkembangan terkini di Jepang. Pesan itu dia sampaikan ketika membuka sidang kabinet paripurna yang mengagendakan pembahasan draft RKP dan RAPBN 2012 di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (17/3/2011).

"Lakukan terus pengelolaan situasi, cara berpikir kita seperti ketika kita ungsikan warga dalam letusan Merapi. Jarak aman sekian, maka kita mundur sekian lagi," ujar SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, rencana darurat harus selalu ada dalam setiap tahap evakuasi. Bila disebutkan bahwa batas aman dari reaksi radioaktif nuklir adalah radius 50 Km dari PLTN Fukushima, maka tidak ada salahnya bila seluruh WNI yang berada dalam radius 100 km diungsikan seluruhnya.

"Jumlahnya di situ ada empat ribu WNI. Buat rencana darurat untuk menyelamatkan WNI kita," ujar SBY.

Menlu Marty Natalegawa yang ditemui sebelum sidang kabinet menyebut bahwa batas aman yang direkomendasikan oleh pemerintah Jepang adalah 30 Km dari PLTN Fukushima. Tetapi seluruh WNI yang berada dalam radius 50 Km telah diungsikan semuanya.

"Sampai saat ini belum ada informasi ada korban jiwa yang WNI," imbuh Marty.

Sementara Menaker Muhaimin Iskandar, menjelaskan jumlah TKI di Jepang mencapai lima ribu jiwa dan empat ribu lainnya dalam tahap magang di berbagai jenis industri. Laporan sementara menyebutkan ada lima orang WNI di antara mereka yang masih dikategorikan belum terlacak.

"Belum terlacak ini bisa karena HP dia tidak mendapat sinyal atau terpisah dari teman-temannya," papar Cak Imin.

(lh/rdf)


Berita Terkait