"Tri adalah wartawan jatmmediacenter.com.Β Setiap anggota JMC kami lengkpi dengan kartu pers. Saat itu dia sedang menjalankan fungsi media yakni reportase," kata Direktur JMC, Son Hadi saat dihubungi detikcom, Kamis (17/3/2011).
Hanya saja, menurut hakim Heri Swantoro, tindakan Tri cukup membuat dirinya 'risih' yakni dengan terus menerus menyorot wajahnya tanpa henti dengan handycam. Dengan alasan yang tidak jelas, Heri lalu mengusir wartawan tersebut dari ruang sidang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aparat pun sigap membawa Tri keluar ruang sidang. Tri pun protes berkali-kali. Apalagi polisi berniat mengamankan handycam milik Tri.
"Saya kan hanya meliput sama seperti wartawan yang lain. Saya menyorot semuanya. Tidak hanya majelis hakim," ujar Tri.
Setelah berkali-kali diperiksa dan beradu argumen, Tri akhirnya dibebaskan. Kamera milik Tri pun akhirnya dikembalikan. Namun dia tidak diperbolehkan kembali ke ruang sidang.
Menurut Son Hadi, pengusiran itu menunjukkan pengadilan tidak fair dan netral. "Jelas hakim arogan sekali dan tidak mencerminkan sosok yang netral dan serta pengadilan yang terbuka," ucap Hadi.
(Ari/lrn)











































