Mede Sekilo Rp 40 Ribu, Mega Cuma Bayar Rp 20 Ribu

Mede Sekilo Rp 40 Ribu, Mega Cuma Bayar Rp 20 Ribu

- detikNews
Selasa, 01 Jun 2004 11:25 WIB
Jakarta - Dalam kampanyenya di Pasar Jatinegara, Jaktim, Selasa (1/6/2004), Mega sempat berbelanja kacang mede. Tapi Mega hanya bayar separo harga."Ini berapa harganya sekilo?" tanya Mega pada penjualnya. Penjual menjawab," Rp 40 ribu." Mega membeli sekilo dan mengeluarkan Rp 20 ribu. Meski Mega membayar separo harga, tapi penjual kacang mede tetap tertawa-tawa senang."Saya nggak ngira kedatangan presiden," katanya dengan wajah sumringah. Setelah itu, Mega melanjutkan perjalanannya dan berdialog dengan penjual tahu dan tempe oncom.Saat Mega dan petinggi PDIP berada di pasar yang padat itu, ribuan pengunjung pasar mengelingi mereka. Desak-desakkan dan saling dorong terjadi. Buntutnya, copet pun beraksi. "Aduh HP saya, HP saya," teriak seorang ibu-ibu yang kecolongan handphone.Ribuan orang mengikuti ke mana pun Mega pergi. Mereka juga bersorak-sorai, tepuk tangan dan meneriakkan yel-yel. "Saya tidak mengira presiden akan ke sini," begitu komentar mayoritas pedagang maupun pengunjung. Mega dan pengunjung nyaris tak berjarak dan suasana pun tampak akrab. Tidak seperti biasanya, tidak ada protokoler yang mengawal ketat Mega. Paspampres juga lebih santai.Ketika Mega meninggalkan pasar, staf PDIP bagi-bagi kaos PDIP bergambar Meha-Hasyim. Orang-orang pun berebutan tanpa dikomando. Paspampres yang mengawal Mega agak kesal karena hal itu nyaris menyodok mobil jeep yang dikendarai Mega.Mega kemudian pulang ke rumah dinasnya di Jl.Teuku Umar untuk berganti pakaian. Lalu dia melanjutkan perjalanan ke Pasar Glodok.CesarSelain ke Pasar Jatinegara, Mega juga berkampanye ke RS Tarakan, Jakarta Pusat. Di situ, Mega berdialog dengan sejumlah pasien dan perawat yang bertugas."Bagaimana perasaan, Ibu?" tanya Mega pada seorang pasien. "Saya sangat senang sekali," jawab pasien. Mega lalu bertanya pada seorang bidan tentang angka kelahiran dan ternyata yang melahirkan lewat operasi cesar cukup banyak."Mengapa banyak yang cesar? Tolong yang biasa saja. Saya heran ibu-ibu sekarang kenapa suka melahirkan dengan cesar. Pada jaman saya dulu nggak pernah cesar, alami saja," papar Mega. (nrl/)


Berita Terkait