Menurut pengamat transportasi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, rasio perbandingan tersebut sudah di luar akal sehat. Terlebih Pemprov DKI Jakarta masih menggunakan teori lama yakni membandingkan jumlah kendaraan dengan volume jalan.
"Pertama, jumlah kendaraan pribadi di luar akal sehat 6,5 juta unit hilir mudik tiap hari. 98 Persen kendaraan pribadi, hanya 2 persen angkutan umum," kata Tulus Abadi saat dihubungi detikcom, Kamis (17/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tulus, komposisi ideal kendaraan umum dan kendaraan pribadi adalah 70:30 persen. Sementara untuk volume jalan sebanyak 15 persen.
"Idealnya 70 persen angkutan, 30 persen pribadi. Volume jalan 15 persen dari total tata ruang. Nah yang dikejar cuma volume jalannya doang. Ini kan konyol," ucap Tulus.
Karena itu, dia menantang kebijakan pemprov untuk memperbaiki tata ruang guna mengatasi persoalan kemacetan, termasuk pembatasan kendaraan pribadi dan penambahan kendaraan umum.
"Tapi kan yang terjadi sekarang bukan tata ruang tetapi tata uang. Kalau berani, batasi kendaraan pribadi, perbaiki sistem bus TransJakarta dan angkutan massal lain," tantang pengurus harian YLKI tersebut.
(Ari/lrn)











































