Pada Rabu, 16 Maret malam waktu setempat, tingkat radiasi di PLTN Fukushima sangat tinggi. Ini artinya, radiasi saat ini bisa terlepas ke udara.
"Waktu 48 jam mendatang akan menentukan. Saya pesimistis karena sejak Minggu, saya melihat hampir tak ada solusi yang berhasil," ujar Thierry Charles, pejabat di lembaga perlindungan dan keamanan nuklir Prancis, Institute for Radiological Protection and Nuclear Safety (IRSN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bencana nuklir di PLTN Chernobyl di Ukraina pada 26 Apirl 1986 lalu telah menyebabkan 57 kematian langsung. Ditambah lagi dengan sekitar 4 ribu kematian akibat penyakit kanker yang dipicu oleh radiasi tingkat tinggi.
Juru bicara pemerintah Prancis Francois Baroin bahkan menyampaikan hal yang lebih buruk. "Dalam kasus terburuk, itu bisa berdampak lebih buruk dari Chernobyl," tutur Baroin seperti dilansir harian Daily Telegraph, Kamis (17/3/2011).
"Mereka (Jepang) kelihatannya telah kehilangan kendali esensial," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Ekologi Prancis Nathalie Kosciusko-Morizet mengatakan, skenario terburuk mungkin saja terjadi.
Apalagi level radiasi di PLTN Fukushima sempat meningkat ke level berbahaya sampai-sampai seluruh pekerja dievakuasi dari pembangkit nuklir tersebut. Tim yang terdiri dari 180 pekerja kemudian diizinkan kembali ke lokasi guna terus berupaya mendinginkan batang-batang bahan bakar nuklir.
(ita/nrl)











































