Imbauan ini terutama disebabkan karena masalah infrastruktur di Jepang pascagempa dan tsunami pada 11 Maret lalu.
"Kita punya masalah nyata menyangkut infrastruktur di Jepang. Kita ada ketidakpastian pasokan listrik, kita punya masalah dengan layanan kereta, kita punya masalah dengan layanan transportasi umum, banyak sekolah telah ditutup dan ada serangkaian gempa susulan yang terus terjadi," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Kevin Rudd.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PLTN Fukushima yang terletak di sebelah utara Jepang, telah mengalami serangkaian ledakan menyusul gempa berkekuatan 9 dan tsunami yang telah merusak sistem-sistem pendingin vital reaktor nuklir di PLTN tersebut.
Rudd mengatakan, dirinya yakin bahwa pemerintah Jepang telah melakukan semampunya untuk transparan mengenai risiko yang ditimbulkan dari kerusakan di PLTN Fukushima.
Untuk evakuasi ini, warga Australia diminta untuk mengatur sendiri kepergian mereka dengan pesawat-pesawat komersial. Mereka akan dibantu oleh tim petugas konsuler yang ditempatkan di Bandara Internasional Narita, Tokyo. Maskapai penerbangan Australia, Qantas juga telah diingatkan untuk siap melakukan penerbangan ekstra jika diperlukan.
(ita/nrl)











































