Jika Gerah di Pagi Hari, Waspadai Hujan Angin di Siang & Malam

Jika Gerah di Pagi Hari, Waspadai Hujan Angin di Siang & Malam

- detikNews
Kamis, 17 Mar 2011 11:10 WIB
Jika Gerah di Pagi Hari, Waspadai Hujan Angin di Siang & Malam
Jakarta - Rabu (17/3) kemarin, hujan plus angin kencang melanda sebagian wilayah Jakarta. Ini memang bukan pertama kali terjadi, namun harus selalu waspada. Jika pada pagi hari terasa gerah, maka perlu diwaspadai hujan angin di siang dan malam harinya.

"Ada indikator yang bisa kita lihat dan rasakan. Kalau pagi cerah, cerah berawan, terjadi peningkatan suhu yang signifikan dan kelembaban tinggi, yang dirasakan gerah oleh tubuh ini bisa jadi indikator," ujar Kepala Sub Bidang Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hari Tirto kepada detikcom, Kamis (17/3/2011).

Lalu, lihatlah ke langit. Bila Anda melihat pertumbuhan dan pembentukan awan yang putih bergumpal seperti bunga kol dengan awan bawah berwarna abu-abu yang berangsur menjadi gelap, maka ada potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir pada siang dan malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ini sedang masa pancaroba, dan pertumbuhan awan cumulonimbus semacam itu memang wajar terjadi," terang dia.

Hari menambahkan, di masa pancaroba, masyarakat perlu mewaspadai hujan lebat dalam waktu singkat. Sebab beberapa saat setelah hujan deras itu, kemungkinan ada genangan air.

"Kewaspadaan lainnya adalah angin kencang. Jadi kalau kehujanan jangan berteduh di bawah pohon besar, tapi berteduhlah di bangunan yang permanen seperti gedung," sambungnya.

Selain itu, waspadai juga petir. Saat pancaroba, energi petir lebih besar dari musim hujan, karena proses terjadinya awan yang mendatangkan petir lebih besar.

"Mungkin perlu penangkal petir di bangunan-bangunan. Juga perlu diwaspadai untuk bangunan non-permanen dan semi permanen. Kalau semi permanen, atapnya harus dikencangkan agar tidak terbang. Karena ada potensi angin kencang, pohon besar harus diperhatikan dan dirapikan," tuturnya.

Masa pancaroba, imbuhnya, diperkirakan secara umum berlangsung hingga dua bulan ke depan yakni sampai Mei. Meski begitu, daerah di Indonesia yang satu dengan yang lain berbeda-beda.

"Tidak pasti semua pancarobanya hingga Mei. Tergantung lokasi dan kondisinya," ucap Hari.

Pada Rabu kemarin, hujan deras dan angin melanda sebagian wilayah Jakarta. Genangan air tercipta sesaat setelah hujan mengguyur. Sejumlah pohon pun bertumbangan. Misalnya saja, pohon di Jalan Raden Patah, Jakarta Selatan, roboh dan menimpa 14 mobil. Selain itu, di kawasan Jalan Pakubowono sebanyak dua pohon roboh, di Jalan Trunojoyo sebanyak 4 pohon, Jalan Pattimura sebanyak 4 pohon, Jalan Gunawarman sebanyak 4 pohon, Ciragil sebanyak 4 pohon, dan Senopati 1 pohon.

(vit/nrl)


Berita Terkait