Hal itu disampaikan kepala badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA), Yukiya Amano. Dia membenarkan bahwa reaktor No 1, No 2 dan No 3 dari PLTN Fukushima telah rusak sebagian.
"Kerusakan pada inti-inti ketiga unit: unit 1, 2 dan 3 telah dikonfirmasi," ujar Amano seperti seperti dilansir News.com.au, Kamis (17/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Amano membantah pernyataan komisioner energi Uni Eropa, Guenther Oettinger bahwa krisis nuklir ini telah bergerak di luar kendali.
"Ini bukan waktunya untuk mengatakan hal-hal itu telah di luar kendali," tutur Amano.
Kepala departemen keamanan dan keselamatan nuklir IAEA, Denis Flory mendukung pernyataan Amano itu. "Kita tidak bicara soal di luar kendali," tutur Flory.
"Operator, pemerintah Jepang, tengah melakukan upaya terbaik mereka untuk mendinginkan kolam-kolam bahan bakar terpakai dan reaktor-reaktor," kata Florry.
"Ini yang terbaik yang bisa dilakukan. Mereka tengah melakukannya sekarang, mereka telah melakukannya sejak awal dan mereka akan terus melakukannya," tandasnya.
Sebelumnya, Gregory Jaczko selaku ketua Komisi Regulator Nuklir AS atau Nuclear Regulatory Commission (NRC), mengatakan, radiasi di PLTN Fukushima sangat tinggi. Hal ini dikarenakan tak ada lagi air yang tersisa di kolam bahan bakar terpakai di reaktor 4 PLTN Fukushima.
(ita/nrl)











































